BERITA
LRI KEMARITIMAN, KELAUTAN DAN PERIKANAN
xMamuju, Sulawesi Barat, 24 Juli 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), LRI-iMAR IPB University berpartisipasi dalam pelaksanaan Monitoring Pemenuhan Kewajiban UKL-UPL Survei Seismik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang di Blok Kandawulo, Selat Makassar, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi aspek sosial dalam dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), khususnya terkait pelaksanaan survei seismik yang dilaksanakan oleh PT Elnusa sebagai kontraktor pelaksana.
Lombok Tengah, 24 Juli 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), LRI-iMAR IPB University kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir melalui pelaksanaan penanaman mangrove tahap kedua di Kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara PKSPL IPB University dan In Journey Green dalam mewujudkan kawasan pesisir yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan melalui pendekatan berbasis ekologi dan pemberdayaan masyarakat.
Bogor, 17 Juli 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), LRI-iMAR IPB University menerima kunjungan observasi mahasiswa Peminatan Kesehatan Masyarakat Lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Jumat (17/7) di Gedung EDTC PKSPL IPB, Kampus Baranangsiang, Bogor. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari pendalaman Mata Kuliah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk memperkaya wawasan mahasiswa melalui pembelajaran langsung bersama para praktisi dan tenaga ahli penyusun AMDAL di PKSPL IPB.
Bogor, 15 Juli 2026 – Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), LRI-iMAR IPB University menyelenggarakan Scientific Discussion: Validasi Studi Konektivitas dan Desain Jaringan Kawasan Laut Taman Nasional Kepulauan Togean dan Wakatobi sebagai bagian dari implementasi proyek ASEAN ENMAPS (Effectively Managing Network of Marine Protected Areas in Large Marine Ecosystems in the ASEAN Region). Forum ilmiah ini mempertemukan para akademisi, peneliti, pengelola kawasan konservasi, pemerintah, serta mitra pembangunan untuk memvalidasi hasil kajian konektivitas ekologis sekaligus merumuskan arah pengembangan jejaring kawasan konservasi laut yang lebih efektif dan berbasis ilmu pengetahuan.
