Kepala PPLH IPB Sampaikan Ceramah Keilmuan Kepada Peserta Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Lemhannas RI

Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB University, Dr. Yudi Setiawan, M.Env.Sc. menyampaikan ceramah/kuliah umum keilmuan tentang geografi industri kepada peserta Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII Tahun Ajaran 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) pada 25 Maret 2026. Pada kesempatan tersebut ceramah/kuliah umum keilmuan diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai latar belakang, baik pejabat sipil, kementerian, instansi daerah maupun unsur militer dan kepolisian.

Mengangkat tema khusus tentang “Perkembangan Industri Terhadap Dampak Kerusakan Lingkungan”, Dr. Yudi Setiawan, M.Env.Sc. menyampaikan bahwa hal utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan, baik di negara maju dan berkembang, adalah menyelaraskan antara industrialisasi sebagai mesin pertumbuhan di satu sisi sekaligus sebagai sumber tekanan ekologis utama pada sisi yang lain. “Dimana, tanpa pengendalian yang baik manfaat ekonomi dapat diikuti oleh kerentanan jangka panjang”, terangnya.

Lebih lanjut, Dr. Yudi Setiawan, M.Env.Sc. menyampaikan bahwa ketahanan nasional yang modern harus memasukkan dimensi lingkungan karena stabilitas negara bergantung pada keamanan sumber daya alam dan kualitas lingkungan yang baik. Hal lain yaitu keputusan pembangunan hari ini akan menentukan rIsiko strategis masa depan, sebab upaya pencegahan kerusakan akan jauh lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan upaya pemulihan. Peran sains untuk masuk lebih dalam yaitu melalui pendekatan berbasis data dan kajian ilmiah yang diperlukan untuk pertimbangan oleh pengambil kebijakan, agar luaran kebijakan yang tepat sasaran mampu mengurangi bias sektoral dan memperkuat koordinasi lintas institusi.

Dr. Yudi Setiawan, M.Env.Sc. menjelaskan lebih detail kajian teknis yang pernah dilakukan oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB University yang berkaitan dengan peningkatan kerentanan ekologis akibat industrialisasi dan pembangunan yang tidak terkendali. Di antaranya studi kasus terkait Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayung di Bali dan DAS Ciliwung yang berada di dua provinsi, DKI Jakarta dan Jawa Barat. “Pembangunan yang tidak terkendali dapat menjadi sumber kerentanan nasional, sementara pembangunan yang dikelola dengan baik menjadi fondasi ketahanan negara”, ujar Dr. Yudi menutup kuliah umum.

Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII Tahun Ajaran 2026 yang dilaksanakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) diselenggarakan secara daring. Lebih rinci, peserta P3N tersebut terdiri dari unsur TNI dan POLRI (Jendral Bintang 1), Kementerian Eselon 2, LPNK Eselon 2, Lembaga Negara (Komisioner Eselon 2), Pemerintah Provinsi (Kepala Dinas), Lembaga Pendidikan (Guru Besar), Badan Usaha, Organisasi Masyarakat, dan Lembaga Swadaya Masyarakat.[my]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *