FINCAPES Dukung Peneliti Muda PPLH IPB University Kaji Program Restorasi Mangrove di Pantai Utara Jawa

The Flood Impacts, Carbon Pricing and Ecosystem Sustainability (FINCAPES) Project telah memberikan dukungan kepada peneliti muda Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB University untuk mengkaji Program Restorasi Mangrove di Pantai Utara Jawa. FINCAPES sendiri merupakan program kolaborasi riset internasional yang fokus pada isu perubahan iklim, ketahanan wilayah, dan pengelolaan ekosistem. Melalui skema pendanaan seperti I-CAN Sync, FINCAPES mendukung kerja sama antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra terkait untuk menghasilkan penelitian yang relevan dan aplikatif. Dalam kegiatan ini, FINCAPES mendukung penelitian terkait dinamika pesisir dan upaya rehabilitasi mangrove di Indramayu.

Menurut staf PPLH IPB University yang membidangi Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Tarisa Fadilah, ST., tim riset ini melibatkan ahli dari beberapa institusi, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB University), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Institut Teknologi Bandung ITB dan Institute of Technology of Cambodia sebagai bentuk kolaborasi internasional. Pada tahap selanjutnya, akan dilakukan koordinasi dengan DLH Indramayu, DLH Jawa Barat dan BPDAS Cimanuk-Citanduy supaya hasil penelitian bisa relevan dengan kebutuhan stakeholder terkait.

Menurut Tarisa, kegiatan ini akan dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu sejak Agustus 2025 hingga Agustus 2026. Dimana, lokasi studi berada di sekitar pesisir Indramayu, terutama di sekitar DAS Cimanuk. Salah satu rangkaian survei lapangan berupa pengambilan data biofisik dilakukan pada 10 hingga 13 Desember 2025 di beberapa lokasi, antara lain pesisir sekitar Waledan, Cangkring dan Pantai Tiris. “Adapun survei sosial ekonomi masyarakat dilakukan pada bulan Juli 2025 di enam desa di kabupaten Indramayu”, ungkapnya menambahkan.

Pada kesempatan berbeda, menurut Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB University Dr. Yudi Setiawan, M.Env.Sc. program dan kegiatan yang dijalankan oleh PPLH IPB University tidak hanya terfokus kepada kajian-kajian yang terkait perizinan lingkungan. Akan tetapi, juga menyentuh aspek riset kolaboratif dengan lembaga penelitian, universitas dan organisasi lingkungan internasional yang concern dengan isu perubahan iklim, restorasi ekosistem, sosial lingkungan dan sebagainya. “Kegiatan bersama FINCAPES dengan dukungan dari universitas dalam dan luar negeri, maupun lembaga penelitian seperti BRIN diharapkan akan memperluas dampak dan kontribusi PPLH IPB University pada level nasional maupun internasional”, tegasnya.

Secara garis besar, kegiatan ini bertujuan membantu merancang rehabilitasi mangrove yang sesuai dengan kondisi lokasi. Kegiatan yang berlokasi di pesisir Indamayu ini mencoba untuk memadukan data fisik (seperti sedimentasi, batimetri, perubahan garis pantai), data ekologi (kualitas air dan substrat), serta kondisi sosial masyarakat. Harapannya, nanti bisa menghasilkan zona prioritas restorasi, peta kesesuaian mangrove, dan rekomendasi kebijakan yang bisa dipakai pemerintah daerah untuk perencanaan kedepan. “Penilaian terhadap aspek sosial dilakukan dengan sebuah harapan agar kebijakan yang dihasilkan oleh program rehabilitasi mangrove selama ini tidak hanya benar secara sains, tetapi juga mempunyai nilai manfaat dan diterima dengan baik oleh penduduk sekitar yang memanfaatkan sumber daya mangrove tersebut”, ungkap Dr. Yudi. [tf/my]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *