Balikpapan, 15 April 2025 — Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University turut berperan dalam kegiatan Kajian Konservasi Vegetasi Daerah Sempadan Pantai yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Kota Balikpapan pada 8–15 April 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung proses pengajuan Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) melalui pendekatan kajian ilmiah yang komprehensif.
Kajian ini bertujuan untuk melakukan assessment flora dan fauna di kawasan sempadan pantai dan sungai, yang merupakan wilayah strategis dengan fungsi ekologis tinggi sekaligus rentan terhadap tekanan lingkungan. Dalam kegiatan ini, PKSPL IPB diwakili oleh Andy Afandy, S.Pi., M.M., yang berperan dalam penguatan aspek analisis ekologis dan pengelolaan pesisir berbasis ilmu pengetahuan.

Kegiatan ini mencakup berbagai aspek kajian multidisiplin, antara lain studi oseanografi yang meliputi kondisi arus, gelombang, pasang surut, dan batimetri; kajian ekosistem laut seperti terumbu karang, lamun, dan ikan karang; analisis sosial ekonomi masyarakat pesisir; hingga kajian landskap, topografi, serta vegetasi pesisir yang menjadi fokus utama dalam kegiatan ini.

Dalam penjelasannya, tim PKSPL IPB menegaskan pentingnya peran vegetasi pesisir dalam menjaga stabilitas lingkungan pantai.
“Daerah sempadan pantai dan sungai merupakan kawasan darat yang berbatasan langsung dengan laut dan sering tergenang saat pasang. Kawasan ini sangat rentan terhadap abrasi akibat hantaman ombak dan arus. Vegetasi pantai, khususnya mangrove, memiliki peran penting dalam melindungi pantai karena akarnya mampu mengikat sedimen sehingga tidak mudah terbawa arus,” jelas Andy Afandy.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa fungsi ekologis vegetasi pesisir tidak hanya sebagai pelindung alami, tetapi juga sebagai habitat penting bagi berbagai jenis satwa liar.
“Selain sebagai pelindung dari abrasi, vegetasi pantai dan mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai satwa seperti burung, biawak, tupai, hingga primata dilindungi seperti bekantan. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki nilai keanekaragaman hayati yang sangat penting untuk dijaga,” tambahnya.

Dari perspektif PKSPL IPB, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan basis ilmiah dalam pengelolaan ruang pesisir dan laut yang berkelanjutan. Melalui pendekatan yang terintegrasi antara aspek biofisik, sosial ekonomi, dan kelembagaan, kajian ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dalam jangka panjang.
Keterlibatan PKSPL IPB dalam kegiatan ini juga menegaskan peran lembaga sebagai mitra strategis dalam mendukung penyusunan kebijakan berbasis data dan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pengelolaan wilayah pesisir yang adaptif terhadap perubahan lingkungan dan tekanan pembangunan.

Pelaksanaan kajian konservasi vegetasi sempadan pantai ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Perlindungan dan rehabilitasi vegetasi pesisir seperti mangrove mendukung SDG 14 (Ekosistem Lautan) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pelestarian keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis kawasan pesisir. Upaya penguatan ketahanan wilayah terhadap abrasi dan perubahan iklim juga berkontribusi pada SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Selain itu, pendekatan berbasis kajian ilmiah dan kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan ini mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam mendorong pengelolaan pesisir yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.
Kontak Media:
📧 humas@pksplipb.or.id
🌐 www.pkspl.ipb.ac.id
📱 Instagram & TikTok: @pkspl_ipb_university
📘 Facebook: PKSPL IPB
📺 YouTube: PKSPL IPB University

